Berikut beberapa cara mencari hari baik untuk mendirikan rumah menurut Primbon Jawa:
1. Menghitung Weton : Weton adalah perhitungan hari lahir seseorang berdasarkan hari dan pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Untuk menentukan hari baik mendirikan rumah, perlu dihitung weton pemilik rumah dan tanggal rencana pembangunan.
2. Menentukan Hari Pasaran : Hari pasaran yang baik untuk mendirikan rumah adalah Legi, Pahing, atau Wage. Sedangkan hari pasaran yang kurang baik adalah Pon dan Kliwon.
3. Menghindari Hari Sial : Beberapa hari dianggap sial dalam Primbon Jawa, seperti hari Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon. Sebaiknya hindari hari-hari tersebut untuk memulai pembangunan.
4. Memilih Tanggal yang Baik : Tanggal yang baik untuk mendirikan rumah dapat ditentukan dengan menggunakan perhitungan Jawa, seperti tanggal dengan jumlah neptu yang baik (misalnya, tanggal 1, 3, 5, dst.).
5. Konsultasi dengan Orang yang Berpengalaman : Sebaiknya konsultasikan dengan orang yang berpengalaman dalam Primbon Jawa, seperti dukun atau orang tua yang memiliki pengetahuan tentang tradisi Jawa.
Beberapa hari yang dianggap baik untuk mendirikan rumah menurut Primbon Jawa adalah:
- Hari Minggu Legi
- Hari Senin Pahing
- Hari Rabu Wage
- Hari Kamis Legi
Berikut contoh perhitungan hari baik untuk mendirikan rumah menurut Primbon Jawa:
Contoh:
- Pemilik rumah memiliki weton: Rabu Wage
- Tanggal rencana pembangunan: 15 Agustus 2024 (bertepatan dengan hari Kamis Wage)
Perhitungan:
1. Hitung neptu weton pemilik rumah:
- Hari Rabu: 7
- Pasaran Wage: 4
- Jumlah neptu: 7 + 4 = 11
2. Hitung neptu tanggal pembangunan:
- Tanggal 15: 15
- Hari Kamis: 8
- Pasaran Wage: 4
- Jumlah neptu: 15 + 8 + 4 = 27
3. Jumlahkan neptu weton dan tanggal pembangunan:
- 11 (weton) + 27 (tanggal) = 38
- Hasilnya: 38 = 3 + 8 = 11
Hasil:
- Jumlah neptu 11 dianggap baik untuk mendirikan rumah, karena memiliki nilai yang positif dan harmonis.
Kesimpulan:
- Berdasarkan perhitungan di atas, tanggal 15 Agustus 2024 (Kamis Wage) dianggap sebagai hari yang baik untuk mendirikan rumah bagi pemilik rumah dengan weton rabu wage.
Namun, perlu diingat bahwa Primbon Jawa memiliki banyak variasi dan interpretasi, sehingga hasilnya dapat berbeda-beda tergantung pada daerah dan tradisi setempat.
No comments:
Post a Comment