" Encak - encak ale,si ale kebojagitan, anak-anak kebo dungkul
si dungkul gage warasa,waras saking kersane Allah x3 "
" Encak - encak ale,si ale kebojagitan, anak-anak kebo dungkul
si dungkul gage warasa,waras saking kersane Allah x3 "
Tanggal sangar adalah,dimana seseorang tidak dianjurkan atau menghindari untuk melaksanakan suatu hajatan,terutama hajat pernikahan.
Hal ini dimaksudkan untuk menghindari musibah atau malapetaka,kita sebagai manusia yang selalu hidup berdampingan dengan makhluk lain dianjurkan untuk selalu berdo'a dan berikhtiar pada Tuhan yang Maha Esa.
Adapun yang termasuk tanggal-tanggal sangar,yaitu :
Ki Djaka Tawa,tawa sekehing lara,lawa sekehing brojo,towo sekehing
sengkolo,towo sekehing wiso,towo,tawi tawar"
Pengaruhe dino pasaran lahire menungso tumrap sifat-sifat lan watake ugo pribadi lan tingkah lakune
1. Pasaran Pahing = Watakke ,pikiran cerdas ,ora gampang keno pengaruh,ora seneng bergaul,lan seneng pamrih marang duweke liyan.
2.Pasaran Pon =Watakke,pikirane cerdas,pinter golek rezeki ora boros gelem korban,akeh omongane ,lan yen nesu bebayani.
3.Pasaran Wage = Watakke,pendiriane tetep,ora gampang keno pengaruh,rodo bodo,ora seneng kakean omong,keras atine.
4.Pasaran Kliwon = Pikirane cerdas,ganpang kesinggung perasaane,pinter golek rezeki,nanging ora pinter nyimpen,seneng tetulung.
5. Pasaran Legi = Apik budi pekertine,sopan santun,kekarepane ora keno dibantah,disenengi wong akeh,gelem menehi ugo gelem njaluk.
Berikut ini adalah doa yang di panjatkan ketika bulan rajab:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Bacaan latin: Allahumma barik lana fi rajaba wasya'bana waballighna ramadhana.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban dan
pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan."
Lafal shalawat fatih berikut terjemahannya adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الحَقَّ بِالحَقِّ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ
Allāhumma shalli wa sallim wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammadinil Fātihi limā ughliqa, wal khātimi limā sabaqa, wan nāshiril haqqā bil haqqi, wal hādī ilā shirātin mustaqīm (ada yang baca 'shirātikal mustaqīm'). Shallallāhu ‘alayhi, wa ‘alā ālihī, wa ashhābihī haqqa qadrihī wa miqdārihil ‘azhīm.
Artinya,“Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, pembuka apa yang terkunci, penutup apa yang telah lalu, pembela yang hak dengan yang hak, dan petunjuk kepada jalan yang lurus. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepadanya, keluarga dan para sahabatnya dengan hak derajat dan kedudukannya yang agung.”
Lafal shalawat fatih ini dikutip dari kitab Perukunan Melayu. Dalam kitab itu terdapat kutipan dari Syekh Al-Arif Al-Kubra yang menyebutkan semacam khasiat atas pembacaan shalawat fatih tersebut. “Kata Syekh Al-Arif Al-Kubra, ‘Barang siapa membaca shalawat ini seumur hidupnya sekali, niscaya ia dipelihara Allah Ta‘ala dari api neraka dan mewajibkan baginya husnul khatimah,’” (Lihat Perukunan Melayu, [Jakarta, Al-‘Aidrus: tanpa tahun], halaman 52)